BAHAYA MINUM KOPI DAN DAMPAK KAFEIN BAGI JANIN

Bahaya Minum Kopi

BAHAYA MINUM KOPI DAN DAMPAK KAFEIN BAGI JANIN

Ketika kita memiliki pekerjaan seperti piket malam, lembur kerja, dan sebagainya. Meminum kopi merupakan salah satu cara untuk bertahan. Kita percaya bahwa kopi dapat membuat kita tetap terjaga.
dr. Indri Hafandi dalam tulisannya tentang Manfaat dan Kegurian Minum Kopi, dijelaskan bahwa apabila kita ingin tetap fit saat berolahraga, tentu kopi tidak dianjurkan. Sebuah penelitian baru di Amerika menunjukkan bahwa kafein dan latihan olahraga tidak bisa digabungkan. Ketika beberapa atlet mengonsumsi ekstrak kafein untuk meningkatkan stamina mereka, bahkan para dokter menemukan kopi bisa membuat tekanan darah melambung tinggi. Para peneliti juga menemukan, bahwa dua cangkir kopi yang diberikan kepada bikers (orang yang mengendarai sepeda) akan merasakan adanya tekanan. Aliran darah ke lengan mereka lambat, begitu juga pembuluh darah mereka sempit. Bagi para atlet atau yang gemar melakukan olahraga, berhati-hatilah minum minuman yang mengandung kafein.

Bahaya Minum Kopi Bagi Kesehatan

BAHAYA MINUM KOPI DAN DAMPAK KAFEIN BAGI JANIN

Dalam artikel yang tulis oleh dr. Indri Hafandi, bahwa di dalam tubuh, kafein diserap oleh lambung, dimetabolisme dalam hati, dan dibuang dari tubuh selama 2-10 jam. Umumnya, perokok mempunyai metabolisme kafein lebih cepat daripada yang bukan perokok. Sedangkan pada wanita hamil, metabolisme terhadap kafein lebih lama. Itulah sebabnya bagi wanita hamil disarankan agar menghindari kafein, karena hasil studi pada uji hewan menunjukkan bukti adanya cacat kelahiran. Dan anjuran pelarangan itu dikeluarkan oleh FDA (badan pengawasan makanan dan obat Amerika) pada awal tahun 1980. Dilaporkan kafein mempunyai kontribusi pada permasalahan kesuburan, kasus keguguran kandungan, dan perkembangan janin serta bayi lahir dengan berat rendah. Begitu juga dengan wanita yang sudah menopause dan kurang mengonsumsi kalsium sebaiknya menghindari konsumsi kafein tinggi. Karena semakin banyak kafein yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula kalsium yang hilang melalui urin. Jadi bagi wanita yang sudah menopause, sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein. Sedangkan pengaruhnya pada tekanan darah, hasil studi di Inggris dan AS menunjukkan, pengaruh teh dan kopi dalam ukuran sedang cukup kecil. Bila seseorang minum 1-6 cangkir teh/kopi sehari tidak signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner maupun serangan jantung.

Dampak Kafein Bagi Janin

Dalam Jurnal Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia 2007, 23(1), 44 - 50 yang ditulis oleh Widyotomo dan Sri Mulato dengan judul jurnal “Kafein : Senyawa Penting Bagi Biji Kopi” 

Kafein berdampak pada janin karena dapat menyeberang plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin dengan resiko terberatnya adalah terjadi keguguran. Sebuah studi di Yugoslavia menunjukkan bahwa ibu yang mengkonsumsi 70-140 mg kafein melahirkan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain (dengan konsumsi 0-10 mg).

Menurut laporan dalam arsip penyakit pada anak-anak, ibu hamil yang minum lebih dari 4 cangkir kopi setiap hari dapat menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Kafein dapat mengambil cairan dan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Kafein juga turut campur dalam penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebanyak 40 persen dimana zat besi itu diperlukan baik ibu maupun bayi. Kafein dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor dan secara akumulatif berkembang menjadi penyakit diabetes (Wahyuni, 2005).

Hasil penelitian lain menyebutkan, bayi yang ibunya terlalu banyak minum kopi ketika hamil mempunyai resiko tinggi terkena epilepsy (Rozanah, 2004). Dampak lain ukuran kepala janin lebih kecil dan bayi lahir prematur. Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin akan mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke dalam rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin. Kafein yang diminum oleh ibu hamil, tidak hanya dapat melintasi plasenta dan memasuki aliran darah janin karena hati pada janin belum mampu memproses kafein secepat ibunya, sehingga kafein itu akan tinggal di sistem peredaran darah janin dalam waktu yang lebih lama (Anonim, 2002).

Jika tidak mampu berhenti mimum kopi selama hamil, menurut Food Standars Agency (FSA), minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu kesehatan atau bayi dalam kehamilan dan dianjurkan untuk mengkonsumsi kafein tidak lebih dari 300 mg per hari atau lebih kurang setara dengan 3 cangkir kopi (Wahyuni, 2005).

Kopi tentu memiliki resiko jika terlalu berlebihan dalam mengkonsumsinya terutama bagi ibu hamil. Sebagai pencita kopi tentu harus memperhatikan kadar kafein yang kita konsumsi setiap harinya. 
Selain memiliki dampak negatif bagi kesehatan, kopi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Sebagai seorang terpelajar carilah pengetahuan untuk hidup sehat, budayakanlah membaca.

Artikel ini bukan untuk tujuan menakut-nakuti, melainkan sebagai informasi bagi anda. Bacalah juga artikel lainnya untuk tambahan informasi dan pengetahuan anda, tanyalah dokter spesialis masalah tersebut. Semoga informsi ini bermanfaat. Anda dapat membaca Sumber Aslinya yang ditulis oleh Widyotomo dan Sri Mulato dengan judul jurnal “Kafein : Senyawa Penting Bagi Biji Kopi

Baca Juga : Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

No comments for "BAHAYA MINUM KOPI DAN DAMPAK KAFEIN BAGI JANIN"